Berikut ini merupakan serial dari kisah Siti Khadijah dimana kisah khadijah akan diutarakan secara berseri mengenai bagaimana rasulullah sebelum menjadi Rasul bertemu dan akhirnya membangun keluarga sakinah bersama Siti Khadijah
Mendampingi di Awal Dakwah Rasulullah
Setelah Siti Khadijah memberikan peneguhan dan ketentraman
di hati suaminya paska pertemuannya dengan Jibril, maka beliaupun pergi menemui
putra pamannya yang bernama Waraqah bin Nufal, kemudian beliau ceritakan
perihal yang terjadi pada Muhammad (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan
kepada keluarganya). Maka tiada ucapan yang keluar dari mulutnya selain
perkataan “qudus…qudus… Demi yang jiwa Waraqah ada di tanganNya, jika apa yang
engkau ceritakan kepadaku itu benar maka sungguh telah dating kepada Namus al
Kubra sebagaimana telah datang kepada Musa dan Isa, dan Nuh (Semoga kedamaian
tercurah atasnya) secara langsung”. Tatkala melihat kedatangan Nabi
sekonyong-konyong Waraqah berkata, “Demi
yang jiwaku berada dalam tanganNya,
sesungguhnya engkau adalah Nabi bagi umat ini, pastilah mereka akan mendustakan
dirimu, menyakiti dirimu, mengusir dirimu dan akan memerangi dirimu, seandainya
aku masih menemui hari itu sungguh aku akan menolong agama Allah” Kemudian ia
mendekat kepada nabi dan mencium ubun-ubunnya. Maka Muhammad (Semoga kedamaian
tercurah atasnya dan kepada keluarganya) bersabda, “apakah mereka akan
mengusirku?” Waraqah menjawab, “betul, tiada seorangpun yang membawa
sebagaimana yang engkau bawa melainkan pasti ada yang menentangnya. Kalau saja
aku mendapatkan masa itu…kalau saja aku masih hidup…”. Tidak berapa lama kemudia Waraqah wafat.
Menjadi tenaglah jiwa Muhammad (Semoga kedamaian tercurah
atasnya dan kepada keluarganya) tatkala mendengar penuturan Waraqah dan beliau
mengetahui bahwa aka nada kendala-kendala di saat permulaan berdakwah, banyak
rintangan dan beban. Beliau juga menyadari bahwa itu adalah sunatullah bagi
para Nabi dan orang-orang yang mendakwahkan agama Allah. Maka beliau menapaki
jalan dakwah dengan ikhlas semata-mata karena Allah Rabbul Alamin, dan beliau
mendapatkan banyak gangguan dan intimidasi.
Adapun Khadijah adalah seorang yang pertama kali beriman
kepada Allah dan RasulNya dan yang pertama kali masuk Islam. Beliau adalah
seorang istri yang mencintai suaminya dan juga beriman, berdiri mendampingi
nabi (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya)., suami yang
dicintainya untuk menolong menguatkan dan membantunya, serta menolong beliau
dalam menghadapi kerasnya gangguan dan ancaman, sehingga dengan hal itulah
Allah meringankan beban nabiNya. Tidaklah beliau mendapatkan sesuatu yang tidak
disukai, baik penolakan, maupun pendustaan yang menyedihkan beliau (Semoga
kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) kecuali Allah melapangkannya
melalui istrinya tatkala beliau (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada
keluarganya) kembali ke rumahnya. Khadijah meneguhkan
pendiriannya,menghiburnya, membenarkannya dan mengingatkan tidak berartinya
celaan manusia pada beliau (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada
keluarganya). Dan ayat-ayat al Quran juga mengikuti (peneguhan kepada
Rasululah). Firman Allah:
“Hai orang-orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan
Rabb-mu agungkanlah, pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih
banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabb-mu, bersabarlah!” (QS. Al Mudatstsir:1-7)
Sehingga sejak saat itu Rasulullah (Semoga kedamaian
tercurah atasnya dan kepada keluarganya) yang mulia memulai lembaran hidup baru
yang penuh berkah dan susah payah. Beliau katakana kepada sang istri yang
beriman bahwa masa bersenang-senang telah habis. Khadijah turut mendakwahkan
Islam di samping suaminya. Di antara buah yang pertama adalah islamnya Zaid bin
Haritsah dan juga keempat putrinya, semoga Allah merihoi mereka semua.
(bersambung ke kisah khadijah bagian 5)
Daftar pustaka:
Baswedan, A.R.1954.Rumah Tangga Rasulullah. Bulan Bintang,
Yogyakarta
Mahdi, M., dan An Nashr A.M.2011.Mereka Adalah Para Sahabat
(edisi Indonesia).At Tibyan,Solo.
Salam Sakinah,
Emil H Jatmika
membina keluarga sakinah
@AsmaraSakinah
fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82

Tidak ada komentar:
Posting Komentar