Sabtu, 16 Februari 2013

Khadijah binti Khuwailid, wanita mulia, istri shalihah Rasulullah Salallahu 'alaihi wasalam (Bagian 4)


Berikut ini merupakan serial dari kisah Siti Khadijah dimana kisah khadijah akan diutarakan secara berseri mengenai bagaimana rasulullah sebelum menjadi Rasul bertemu dan akhirnya membangun keluarga sakinah bersama Siti Khadijah



Mendampingi di Awal Dakwah Rasulullah

Setelah Siti Khadijah memberikan peneguhan dan ketentraman di hati suaminya paska pertemuannya dengan Jibril, maka beliaupun pergi menemui putra pamannya yang bernama Waraqah bin Nufal, kemudian beliau ceritakan perihal yang terjadi pada Muhammad (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya). Maka tiada ucapan yang keluar dari mulutnya selain perkataan “qudus…qudus… Demi yang jiwa Waraqah ada di tanganNya, jika apa yang engkau ceritakan kepadaku itu benar maka sungguh telah dating kepada Namus al Kubra sebagaimana telah datang kepada Musa dan Isa, dan Nuh (Semoga kedamaian tercurah atasnya) secara langsung”. Tatkala melihat kedatangan Nabi sekonyong-konyong Waraqah berkata, “Demi
yang jiwaku berada dalam tanganNya, sesungguhnya engkau adalah Nabi bagi umat ini, pastilah mereka akan mendustakan dirimu, menyakiti dirimu, mengusir dirimu dan akan memerangi dirimu, seandainya aku masih menemui hari itu sungguh aku akan menolong agama Allah” Kemudian ia mendekat kepada nabi dan mencium ubun-ubunnya. Maka Muhammad (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) bersabda, “apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “betul, tiada seorangpun yang membawa sebagaimana yang engkau bawa melainkan pasti ada yang menentangnya. Kalau saja aku mendapatkan masa itu…kalau saja aku masih hidup…”. Tidak berapa lama  kemudia Waraqah wafat.
Menjadi tenaglah jiwa Muhammad (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) tatkala mendengar penuturan Waraqah dan beliau mengetahui bahwa aka nada kendala-kendala di saat permulaan berdakwah, banyak rintangan dan beban. Beliau juga menyadari bahwa itu adalah sunatullah bagi para Nabi dan orang-orang yang mendakwahkan agama Allah. Maka beliau menapaki jalan dakwah dengan ikhlas semata-mata karena Allah Rabbul Alamin, dan beliau mendapatkan banyak gangguan dan intimidasi.
Adapun Khadijah adalah seorang yang pertama kali beriman kepada Allah dan RasulNya dan yang pertama kali masuk Islam. Beliau adalah seorang istri yang mencintai suaminya dan juga beriman, berdiri mendampingi nabi (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya)., suami yang dicintainya untuk menolong menguatkan dan membantunya, serta menolong beliau dalam menghadapi kerasnya gangguan dan ancaman, sehingga dengan hal itulah Allah meringankan beban nabiNya. Tidaklah beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, baik penolakan, maupun pendustaan yang menyedihkan beliau (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) kecuali Allah melapangkannya melalui istrinya tatkala beliau (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) kembali ke rumahnya. Khadijah meneguhkan pendiriannya,menghiburnya, membenarkannya dan mengingatkan tidak berartinya celaan manusia pada beliau (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya). Dan ayat-ayat al Quran juga mengikuti (peneguhan kepada Rasululah). Firman  Allah:
“Hai orang-orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabb-mu agungkanlah, pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabb-mu, bersabarlah!” (QS. Al Mudatstsir:1-7)
Sehingga sejak saat itu Rasulullah (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) yang mulia memulai lembaran hidup baru yang penuh berkah dan susah payah. Beliau katakana kepada sang istri yang beriman bahwa masa bersenang-senang telah habis. Khadijah turut mendakwahkan Islam di samping suaminya. Di antara buah yang pertama adalah islamnya Zaid bin Haritsah dan juga keempat putrinya, semoga Allah merihoi mereka semua.

(bersambung ke kisah khadijah bagian 5)

Daftar pustaka:

Baswedan, A.R.1954.Rumah Tangga Rasulullah. Bulan Bintang, Yogyakarta

Mahdi, M., dan An Nashr A.M.2011.Mereka Adalah Para Sahabat (edisi Indonesia).At Tibyan,Solo.


Salam Sakinah,

Emil H Jatmika

membina keluarga sakinah
@AsmaraSakinah
fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82  

Tidak ada komentar: