Berikut ini merupakan serial dari kisah Siti Khadijah dimana kisah khadijah akan diutarakan secara berseri mengenai bagaimana rasulullah sebelum menjadi Rasul bertemu dan akhirnya membangun keluarga sakinah bersama Siti Khadijah
Kehidupan Setelah pernikahan
Maka jadilah Khadijah binti Khuwailid (sayyidah Quraisy) sebagai istri dari Muhammad Al-amin dan jadilah dirinya sebagai contoh yang paling utama dan paling baik dalam hal mencintai suami dan menutamakan kepentingan suami daripada kepentingannya sendiri. Manakala Muhammad mengharapkan Zaid bin Haritsah, maka dihadiahkanlah oleh Khadijah kepada Muhammad. Demikian juga tatkala Muhammad igin mengambil salah seorang putra pamannya Abu Thalib, maka Khadijah menyediakan satu ruangan bagi Ali bin Abi Thalib (semoga kedamaian tercurah kepadanya), agar dia dapat mencontoh akhlaq suaminya, Muhammad (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya).
Allah memberikan karunia pada rumah tangga tersebut berupa kebahagiaan dan nikmat yang melimpah, dan mengkaruniakan kepaa keduanya putra-putri bernama Al-Qosim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah.
Kemudian Allah menjadikan Muhammad Al-Amin ash-Shadiq menyukai menyendiri (berkhalwat), bahkan tiada suatu aktifitas yang lebih ia sukai daripada menyendiri. Beliau menggunakan waktunya untuk berinbadah kepada Allah di gua hira sebulan penuh pada setiap tahunnya. Beliau tinggal di dalamnya beberapa malam dengan bekal yang sedikit, jauh dari perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh orang-orang Makkah yakni menyembah berhala dan lain-lain.
Siti Khadijah tidak merasa tertekan dengan tindakan Muhammad yang terkadang harus berpisah jauh darinya, tidak pula beliau mengusir kegalauannya dengan banyak pertanyaan maupun mengobrol yang tidak berguna, bahkanbeliau mencurahkan segala kemampuannya untuk membantu suaminya dengan cara menjaga dan menyelesaikan tugas yang harus ia kerjakan di rumah. Apabila Muhammad Al-amin pergi ke gua, maka kedua mata Khadijah selalu mengikuti suaminya terkasih dari jauh. Bahkan beliau juga menyuruh orang-orang untuk menjaga Muhammad Al-Amin tanpa mengganggu suaminya yang sedang menyendiri.
Muhammad Al-Amin tinggal dalam gua tersebut hingga batas waktu yang Allah kehendaki, kemudian datanglah jibril dengan membawa kemuliaan dari Allah sedangkan Muhammad masih berada dalam gua Hira pada bulan ramadhan. Jibril dating dengan membawa wahyu. Selanjutnya beliau (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya). Keluar dari gua menuju rumah beliau dalam kegelapan fajar dan dalam keadaan takut, khawatir dan menggigil seraya berkata: “selimutilah aku…selimutilah aku…”
Setelah Khadijah meminta keterangan peristiwa yang menimpa Rasulullah (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya), beliau menjawab: “Wahai Khadijah sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku”
Maka istri yang dicintainya dan yang cerdas itu menghiburnya dengan percaya diri dan penuh keyakinan berkata. “Allah akan menjaga kita wahai Abu Qasim, bergembiralah wahai putra pamanku dan teguhkanlah hatimu. Demi yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh aku berharap agar anda menjadi Nabi bagi umat ini. Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya anda telah ,menyambung silaturahmi, jujur dalam berkata, menyantuni anak yatim, memuliakan tamu dan menolong pelaku kebenaran.”
Maka menjadi tenteramlah hati nabi berkat dukungan ini dan kembalilah ketenangan beliau karena pembenaran dari istrinya dan keimanannya terhadap apa yang beliau bawa.
(Bersambung ke kisah Khadijah bagian 4)
Dari lanjutan kisah diatas dapat diambil banyak pelajaran dan teladan mengenai bagaimana sikap istri yang shalihah. Mulai dari dukungan terhadap suami manakala suami pergi dan bagaimana seorang istri menjadi penentram hati suami tatkala sang suami pulang dari bepergian dan memendapatinya dalam keadaan yang membutuhkan dorongan semangat, pembenaran dan peneguhan dengan menyebutkan kebaikan suaminya. Terdapat pula pelajaran akhlaq bagi seorang yang baik hendaknya senantiasa menyambung silaturahmi, jujur dalam berkata, menyantuni anak yatim, memuliakan tamu dan menolong pelaku kebenaran.
Daftar pustaka:
Baswedan, A.R.1954.Rumah Tangga Rasulullah. Bulan Bintang, Yogyakarta
Mahdi, M., dan An Nashr A.M.2011.Mereka Adalah Para Sahabat (edisi Indonesia).At Tibyan,Solo.
Salam Sakinah,
Emil H Jatmika
membina keluarga sakinah
@AsmaraSakinah
fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82

Tidak ada komentar:
Posting Komentar