Minggu, 17 Februari 2013

Khadijah binti Khuwailid, wanita mulia, istri shalihah Rasulullah Salallahu 'alaihi wasalam (Bagian 4)Khadijah binti Khuwailid, wanita mulia, istri shalihah Rasulullah Salallahu 'alaihi wasalam (Bagian 5)


Berikut ini merupakan serial dari kisah Siti Khadijah dimana kisah khadijah akan diutarakan secara berseri mengenai bagaimana rasulullah sebelum menjadi Rasul bertemu dan akhirnya membangun keluarga sakinah bersama Siti Khadijah

Ketegaran dan kesabaran Khadijah menghadapi berbagai ujian

Mulailah ujian yang keras menimpa kaum muslimin dengan berbagai macam bentuknya, akan tetapi Khadijah berdiri kokoh bak sebuah gunung yang tegar, kokoh dan kuat. Beliau wujudkan firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala :
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan :”kami beriman” sedangkan mereka tidak diuji lagi?” (QS.Al Ankabut :1-2)
Allah memilih kedua putranya yang bernama Abdullah dan al Qasim untuk menghadap Allah tatkala keduanya masih kanak-kanak, sedangkan Khadijah tetap bersabar. Beliau juga melihat dengan mata kepalanya
bagaimana syahidah pertama dalam Islam yang bernama Sumayyah tatkala menghadapi sakaratul maut karena siksaan para thagut hingga jiwanya menghadap Sang Pencipta denga penuh kemuliaan.
Beliau juga harus berpisah dengan putrid dan buah hatinya yang bernama Ruqayyah, istri dari Ustman bin Affan (semoga Allah merihoinya) karena putrinya hijrah ke negri Habsyah untuk menyelamatkan diennya dari gangguan orang-orang musyrik.  Beliau saksikan dari waktu ke waktu yang penuh dengan kejadian besar dan permusuhan, akan tetapi tidak ada istilah putus asa bagi seorang mujahidah. Beliau laksanakan setiap saat apa yang difirmankan oleh Tabaraka wa Ta’ala:
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan” (QS. Ali Imran: 186).
Sebelumnya, Khadijah juga telah menyaksikan seluruh kejadian yang menimpa suaminya (Semoga kedamaian tercurah atasnya dan kepada keluarganya) yang berjuang di jalan Allah, namun menghadapai segala musibah dengan kesabaran. Semakin bertambah berat ujian semakin bertambahlah kesabaran dan kekuatannya.

(Bersambung ke kisah khadijah bagian 6)

Daftar pustaka:

Baswedan, A.R.1954.Rumah Tangga Rasulullah. Bulan Bintang, Yogyakarta

Mahdi, M., dan An Nashr A.M.2011.Mereka Adalah Para Sahabat (edisi Indonesia).At Tibyan,Solo.


Salam Sakinah,

Emil H Jatmika

membina keluarga sakinah
fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82  

Tidak ada komentar: