Di bawah ini kami uraikan sebuah nasehat pernikahan mengenai hal-hal yang
merupakan kunci komunikasi yang baik dalam pernikahan. Jika Kita dapat memastikan bahwa
setiap hubungan antara Kita dan
pasangan Kita memenuhi kriteria tersebut , maka Kita berada di jalur kebahagiaan abadi.
PENGHARGAAN: Sarkasme , ejekan , pernyataan dan tuduhan yang menghakimi , serta merendahkan adalah jalan pintas ke neraka pernikahan. Komunikasi yang baik harus menghindari semua rasa tidak hormat. Kita tidak seharusnya merendahkan atau memberi tanggapan sinis atas pernyataan atau pertanyaan yang jujur dari pasangan kita. Seorang pasangan yang baik tidak boleh mengejek kesalahan pengucapan atau kesalahan tata bahasa pasangannya. Pasangan yang baik juga tidak memarahi atau mengkritisasi pilihan atau keputusan pasangannya. Khususnya bagi umat Islam , seorang suami seharusnya tidak mengintimidasi istri supaya menjadi tunduk. Jika Kita menjunjung tinggi rasa hormat , Kita akan mendapatkan rasa hormat dan akan berada di jalur pintas menuju kebahagiaan.
KUANTITATIF : Sebagian besar pasangan terlibat dalam percakapan yang berarti kurang dari 15 menit per minggu . Masalah ini tidak dapat diatasi , namun, cobalah untuk membuat percakapan sembari mengerjakan aktivitas lain secara multi tasking . Percakapan yang baik juga dapat terjadi saat melakukan kegiatan lain . Berbicara sambil berjalan-jalan, saat bekerja di sekitar rumah bersama-sama, saat iklan televisi, saat melakukan pertemuan keluarga, dan saat mengemudi bersama-sama ke masjid, toko kelontong, atau pasar/supermarket.
KOMUNIKASI DUA ARAH: Berbicara dengan rasa hormat sangat penting dan efektif dalam komunikasi yang baik , mendengarkan secara hormat juga penting . Komunikasi yang buruk dimulai dengan satu pasangan yang mendominasi percakapan, tapi pendengar yang buruk juga dapat memastikan komunikasi yang buruk. Kurangnya kontak mata , ekspresi wajah yang negatif, atau bahasa tubuh yang kurang memperhatikan juga berpengaruh pada terjadinya komunikasi dua arah yang efektif. Sudah saatnya bagi kita untuk membangun komunikasi dua arah yang baik dengan pasangan kita.
MENCOBA MEMAHAMI SECARA AKTIF: Tidak peduli seberapa baik penyusunan dan pernyataan sebuah kalimat, sebagian besar pendengar gagal menangkap arti penuh pembicara, terutama pada makna yang tersirat. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini dalam percakapan adalah dengan mengajukan pertanyaan. Untuk menjaga komunikasi yang baik, pertanyaan-pertanyaan harus diajukan dengan cara hormat dan sopan. Tanggapan seperti, " Itu hal paling goblok yang pernah saya dengar” atau “beraninya kau mengatakan hal tersebut” …kedua contoh kalimat tersebut tidak layak diutarakan pada pasangan kita meski di tempat tidur sekalipun. Di sisi lain, pernyataan pengantar untuk pertanyaan seperti "Maafkan kekurangan saya untuk memahamimu, tapi saya perlu mengajukan pertanyaan tentang apa yang kamu katakan…. " pengantar pertanyaaan seperti itu adalah hal yang baik dan menghormati pasangan kita, dan dapat menghindarkan kesalahpahaman yang dapat menyebabkan masalah yang lebih dalam.
KEJUJURAN ADALAH KEBIJAKAN TERBAIK : Setiap pasangan yang telah belajar bahwa pasangannya pernah berbohong tentang sesuatu hal, maka sejak saat itu jika ada permasalahan yang timbul dalam suatu diskusi maka isu kejujuran akan selalu dipertanyakan. Tragisnya, berbohong (yang membawa konsekuensi jangka panjang) justru banyak dilakukan pasangan tanpa benar-benar mempertimbangkannya terlebih dahulu sebelum memutar balik kebenaran mengenai sesuatu hal. Bagaimanapun juga sebuah kejujuran tidak hanya menghindari kepalsuan. Kejujuran juga berarti bahwa kita mengakui berbagai informasi jika pasangan kita menggunakan haknya untuk mengetahui dan ingin tahu. Mengapa kita akan menghindari berbagi informasi tersebut ? Biasanya , krena kita merasa takut adanya penghakiman dari pasangan kita jika kita mengakui kegagalan kita, atau kita takut menyakiti perasaan pasangan kita. Harap jangan menggunakan hadis diperbolehkan untuk berbohong kepada istri Kita sebagai dalih untuk melindungi diri dari mengatakan kejujuran.
Komunikasi yang baik dalam pernikahan tidak menyembunyikan , mendistorsi , atau menghindari kebenaran dari yang lain. Tapi komunikasi yang jujur tidak mewajibkan kekejaman hanya demi kejujuran. Kejujuran yang santun adalah frase kunci, dan itu adalah di mana kita bisa menggunakan hadits untuk memastikan bahwa perasaannya tidak terluka.
www.asmarasakinah.com
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82

Tidak ada komentar:
Posting Komentar