Minggu, 06 Oktober 2013

Nasehat Pernikahan : Tips bagi pasangan yang baru saja menikah



Berikut ini adalah nasehat pernikahan bagi pasangan suami istri, utamanya bagi mereka yang baru saja menikah. Nasehatpernikahan ini dirangkum dari sebuah nasehat oleh syaikh Muhammad Salim D. Semoga nasehat pernikahan berikut ini bisa membantu pasangan yang baru saja menikah untuk memulai kehidupan rumah tangga mereka sehingga menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah…amiin Ya Rabbal ‘alamin.


1. Setiap tindakan tergantung pada niat.
Ketika menikah , kedua pasangan hendaknya meluruskan dan menyempurnakan niat mereka untuk mencapai tujuan sebagai berikut:

  • Mengikuti Sunnah nabi tercinta , Nabi Muhammad saw
  • Menjaga diri dari dosa.
  • Mendidik anak yang saleh.

2. Persahabatan seumur hidup . Masing-masing pasangan harus memahami dan menghargai bahwa Allah subhana wa ta 'ala telah membawa mereka bersama dalam suatu kehidupan berumah tangga. Sehingga secara bersama-sama pasangan hendaknya menyadari bahwa nasib mereka dalam kehidupan kini telah menjadi satu. Apapun keadaannya baik itu kebahagiaan atau kesedihan , kesehatan atau sakit , kaya atau miskin , kenyamanan atau kesulitan , cobaan atau kemudahan , semuanya harus dihadapi bersama-sama sebagai sebuah tim dengan penuh kasih sayang dan saling menghormati . Tidak peduli seberapa kaya , makmur , dan sejahteranya pasangan lain, kita harus menerima keadaan diri kita bersama pasangan kita dengan senang hati dan penuh dengan kepuasan atas kehendak Allah subhana wa ta ' ala. Istri harus gembira menerima suaminya , rumahnya dan penghasilan berapapun banyaknya dan harus selalu merasa bahwa suaminya adalah teman tercinta dan yang terbaik serta menjadi pendukung suami dalam semua keputusan keluarga. Suami juga harus menerima istrinya sebagai rekannya untuk hidup bersama dan tidak melemparkan pandangan ke arah lain.
3.
Ketahui hak-hak Anda !
Dewasa ini, banyak suami telah membaca baik-baik informasi tentang hak-haknya dan menuntut hak-hak tersebut kepada istrinya. Demikian pula, banyak pula istri-istri yang juga telah membaca hak dan mengharapkan pemenuhan hak-hak tersebut dari sang suami. Namun, hal yang patut disadari adalah seharusnya masing-masing pasangan berkonsentrasi pada pemenuhan atas hak-hak pasangannya (bukan justru berkonsentrasi pada hak-hak dirinya atas pasangannya). Dengan menyadari hak-hak masing-masing pasangannya dan kemudian berusaha untuk memenuhi hak pasangannya maka akan terjadi pemenuhan hak yang diterima secara timbal balik. Ini adalah resep untuk pernikahan yang makmur dan cinta yang abadi.
4.
Menyediakan Waktu Berkualitas.
Selama tahun pertama pernikahan, pasangan harus berusaha sekuat tenaga untuk dapat menghabiskan waktu sebanyak mungkin secara bersama-sama. Memperbanyak waktu berkualitas bersama-sama ini sangat diutamakan untuk diusahakan secara serius pada dua bulan pertama karena hal ini menyediakan kesempatan untuk memahami temperamen masing-masing dan menetapkan dasar yang kuat sehingga memberikan kontribusi untuk mengamankan pernikahan.
5. Pulanglah dini.

Pasangan (terutama suami ) harus membuat sebuah tenggat waktu tertentu untuk tiba di rumah lebih awal selambat-lambatnya setelah sholat Isya harus sudah tiba di rumah. Hindari kebiasaan bersosialisasi dengan teman-teman hingga larut malam. Jika memungkinkan maka kegiatan usaha, pekerjaan dan lainnya harus diselesaikan terlebih dahulu atau dikurangi  sehingga dapat menyisihkan waktu untuk dihabiskan bersama-sama pasangan.
6
. Saling Menghormati.
Rasa saling menghormati antara suami dan istri harus selalu dijaga dan tidak boleh hilang. Masing-masing pasangan harus mengkhususkan mengenai pemenuhan hak-hak Allah semenjak tahap awal kehidupan pernikahan. Pemenuhan hak-hak Allah sejak awal usia pernikahan Ini akan memastikan lingkungan agama bagi anak-anak kita nantinya, dan juga dapat memberikan kontribusi besar terhadap suksesnya pendidikan mereka .
7. Menegakkan Sunnah Rasulullah SAW.

Kemakmuran sejati dan abadi bagi umat muslim hanya bisa terwujud ketika mereka mengikuti Sunnah Rasulullah SAW dalam segala urusan. Pasangan juga harus mematuhi seluruh ajaran Rasulullah SAW dalam segala hal dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang bertentangan dengan sunnah tersebut. Perhatian terhadap sunnah ini juga harus diberikan dalam hal hubungan intim juga. Insya Allah hubungan intim yang dilakukan sesuai sunnah akan memastikan didapatnya berkat dan keturunan yang saleh.
8.
Fisik vs Emosional.
Pada tahap awal pernikahan, cinta antara pasangan adalah ikatan fisik, dimana perubahan emosi terjadi sepanjang waktu. Meskipun gairah
yang besar atas cinta fisik satu sama lain, namun kasih sayang antara pasangan belum mapan secara rasional. Cinta rasional baru akan muncul setelah bertahun-tahun bersama-sama. Oleh karena itu sangat penting bagi suami untuk tidak menyerah pada kelemahan emosional di awal dan membiarkan goyahnya pernikahan menuju arah yang tak beragama. Baik suami maupun istri harus membuat janji satu sama lain untuk tetap mengikuti sunnah, terutama dalam menegakkan sholat dan menghindari segala dosa.
9.
Perubahan Abadi.
Pernikahan adalah seperti cuaca,
selalu berubah. Kadang-kadang mendung dan hujan, terkadang suram, kemudian matahari muncul dan sinar kebahagiaan menembus membawa sukacita. Kadang-kadang hujan, angin dan sinar matahari bisa dialami dalam satu hari. Sebagaimana dengan musin tersebut begitupula kehidupan berpasangan yang dapat melalui pengalaman yang berbeda setiap harinya. Rahasia untuk bisa melewati semua perubahan pengalaman dalam kehidupan berumah tangga adalah tetap tabah setia pada ajaran agama Islam dan mengamalkannya bersama pasangan.
10. Menjadi Simpatik.
Suami harus bersimpati kepada istrinya, mengingat kenyataan bahwa istrinya telah meninggalkan keluarganya untuk memulai hidup baru bersamanya. Pengorbanan istri dan perasaannya harus dihormati dan kebahagiaan harus dirasakan oleh kedua pasangan pada perkembangan keluarga mereka. Sama juga seperti istri harus memperlakukan orangtua suaminya sebagai orangtua sendiri, ia juga harus menebarkan kasih sayang, kesantunan dan hormat kepada mertua barunya.
 11.
Selesaikan Masalah dan JANGAN MENUNDA.
Begitu mengalami suatu masalah, tidak peduli seberapa sepele masalah tersebut kelihatannya, manakala selama lebih dari tiga hari masalah tersebut tetap tidak terpecahkan, maka segeralah berkonsultasi dengan orang yang berpengetahuan agama dan dapat dipercaya akan memberi nasehat yang tulus.

Berikut tadi nasehat pernikahan bagi pasangan suami-istri yang baru saja menikah, semoga bisa bermanfaat dan menjadi amal shalih bagi yang menulis dan menuliskannya kembali.


Salam Sakinah,
www.asmarasakinah.com    
follow our twitter: @AsmaraSakinah
like our fun page fb: Asmara Sakinah
call/sms:085641387672
PIN: 324F2B82  


Tidak ada komentar: